Industri sastra remaja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin berwarna dengan hadirnya karya-karya yang dekat dengan kehidupan anak muda, namun tetap sarat akan nilai emosional. Salah satunya adalah novel Malioboro at Midnight karya Skysphire yang diterbitkan oleh Bukune Kreatif Cipta pada tahun 2023. Novel ini menawarkan kisah romantis dengan nuansa persahabatan dan dilema hati yang kuat, dibalut dalam latar hangat kota Yogyakarta.
Kisahnya berpusat pada Serana Nigitha, seorang gadis yang merasa kesepian karena hubungannya dengan sang kekasih, Richard, mulai renggang akibat kesibukan yang memisahkan mereka. Hidupnya yang penuh kegelisahan tiba-tiba berubah ketika ia dipertemukan dengan Malioboro Hartigan, sosok pria yang muncul di tengah malam dan perlahan mengisi ruang kosong dalam hatinya. Kehadiran Malio membawa warna baru: ia bukan hanya teman, tetapi juga pendengar setia yang mampu membuat Sera kembali menemukan arti kebersamaan. Namun, kedekatan ini juga menimbulkan dilema besar antara bertahan dengan Richard atau mengikuti perasaan yang tumbuh bersama Malio.
Novel ini berhasil menarik perhatian melalui latar ceritanya yang khas. Tidak sekadar menampilkan drama cinta remaja yang klise, Malioboro at Midnight mengajak pembaca untuk merasakan nuansa malam di Yogyakarta dengan segala romantisme dan kesenduan yang dimilikinya. Suasana Malioboro, apartemen, hingga percakapan sederhana di tengah malam digambarkan dengan detail, sehingga menambah kedekatan emosional dengan pembaca.
Dari sisi karakter, hubungan antara Sera dan Malio menjadi kekuatan utama novel ini. Chemistry keduanya dibangun dengan alami, membuat pembaca seolah ikut larut dalam setiap percakapan, senyum, dan perasaan yang tumbuh di antara mereka. Skysphire juga menggunakan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk kalangan pembaca remaja maupun dewasa muda.
Meski demikian, novel ini tidak lepas dari kekurangan. Konflik cinta segitiga yang menjadi inti cerita terasa cukup familiar dan mudah ditebak bagi pembaca yang sering menikmati novel bergenre serupa. Selain itu, penggunaan bahasa gaul pada beberapa bagian terkadang terasa berlebihan dan kurang selaras dengan latar budaya Jogja yang kental. Meskipun begitu, hal ini tidak terlalu mengurangi kekuatan emosional dari kisah yang disampaikan.
Secara keseluruhan, Malioboro at Midnight adalah bacaan yang manis, emosional, sekaligus menyentuh hati. Novel ini mampu menyampaikan pesan tentang kesepian, pentingnya kehadiran seorang teman, dan bagaimana cinta bisa tumbuh di saat-saat yang tak terduga. Dengan latar Yogyakarta yang hangat dan karakter yang kuat, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah romantis penuh dilema, namun tetap ringan untuk dinikmati. (sap, tan, eka)
Pernahkah kamu merasa tubuh masih kuat, tetapi hati dan pikiran...
Politeknik Negeri Bali (PNB) memiliki banyak dosen muda berbakat, namun...
I Gede Odie Arya Prihantara, mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik...
Menjadi mahasiswa di era penuh tuntutan bukanlah hal yang mudah....
Di era digital, persoalan keuangan kerap menjadi tantangan bagi generasi...
Keamanan merupakan salah satu faktor utama yang menunjang kelancaran aktivitas...
Industri sastra remaja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin berwarna...
Tiga mahasiswa Laksmi Wasista, Dea Eka Putri Sucipto, dan Ayu...
Industri sastra remaja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin berwarna dengan hadirnya karya-karya yang dekat dengan kehidupan anak muda, namun tetap sarat akan nilai emosional. Salah satunya adalah novel Malioboro at Midnight karya Skysphire yang diterbitkan oleh Bukune Kreatif Cipta pada tahun 2023. Novel ini menawarkan kisah romantis dengan nuansa persahabatan dan dilema hati yang kuat, dibalut dalam latar hangat kota Yogyakarta.
Kisahnya berpusat pada Serana Nigitha, seorang gadis yang merasa kesepian karena hubungannya dengan sang kekasih, Richard, mulai renggang akibat kesibukan yang memisahkan mereka. Hidupnya yang penuh kegelisahan tiba-tiba berubah ketika ia dipertemukan dengan Malioboro Hartigan, sosok pria yang muncul di tengah malam dan perlahan mengisi ruang kosong dalam hatinya. Kehadiran Malio membawa warna baru: ia bukan hanya teman, tetapi juga pendengar setia yang mampu membuat Sera kembali menemukan arti kebersamaan. Namun, kedekatan ini juga menimbulkan dilema besar antara bertahan dengan Richard atau mengikuti perasaan yang tumbuh bersama Malio.
Novel ini berhasil menarik perhatian melalui latar ceritanya yang khas. Tidak sekadar menampilkan drama cinta remaja yang klise, Malioboro at Midnight mengajak pembaca untuk merasakan nuansa malam di Yogyakarta dengan segala romantisme dan kesenduan yang dimilikinya. Suasana Malioboro, apartemen, hingga percakapan sederhana di tengah malam digambarkan dengan detail, sehingga menambah kedekatan emosional dengan pembaca.
Dari sisi karakter, hubungan antara Sera dan Malio menjadi kekuatan utama novel ini. Chemistry keduanya dibangun dengan alami, membuat pembaca seolah ikut larut dalam setiap percakapan, senyum, dan perasaan yang tumbuh di antara mereka. Skysphire juga menggunakan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk kalangan pembaca remaja maupun dewasa muda.
Meski demikian, novel ini tidak lepas dari kekurangan. Konflik cinta segitiga yang menjadi inti cerita terasa cukup familiar dan mudah ditebak bagi pembaca yang sering menikmati novel bergenre serupa. Selain itu, penggunaan bahasa gaul pada beberapa bagian terkadang terasa berlebihan dan kurang selaras dengan latar budaya Jogja yang kental. Meskipun begitu, hal ini tidak terlalu mengurangi kekuatan emosional dari kisah yang disampaikan.
Secara keseluruhan, Malioboro at Midnight adalah bacaan yang manis, emosional, sekaligus menyentuh hati. Novel ini mampu menyampaikan pesan tentang kesepian, pentingnya kehadiran seorang teman, dan bagaimana cinta bisa tumbuh di saat-saat yang tak terduga. Dengan latar Yogyakarta yang hangat dan karakter yang kuat, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah romantis penuh dilema, namun tetap ringan untuk dinikmati. (sap, tan, eka)