I Gede Odie Arya Prihantara, mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Bali (PNB) sekaligus Ketua Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) 2024–2025, sukses mengubah hobi bermain game menjadi bisnis rental konsol bernama @fun.playstation. Lahir di Denpasar, Odie mampu menyeimbangkan kuliah, organisasi, dan usaha dengan disiplin membagi waktu, menyelesaikan tugas lebih awal, serta dukungan penuh keluarga. Setelah masa jabatannya di KSPM berakhir, ia berkomitmen fokus mengembangkan bisnisnya.
Kecintaannya pada game tumbuh sejak SMK, ketika ia membeli konsol pertama dari hasil menjadi pengurus koperasi sekolah. Dari situlah lahir ide membuka jasa sewa PlayStation yang mulai dipasarkan melalui Facebook pada Oktober 2022. Meski awalnya sepi peminat, Odie terus memperbaiki strategi promosi hingga usahanya berkembang. Keunggulan @fun.playstation terletak pada kualitas stik konsol, promo untuk pelanggan loyal, dan penyelenggaraan turnamen game. Dua kali mengadakan turnamen dan kerap menjadi sponsor, ia menjadikan usahanya bukan sekadar rental, melainkan ruang komunitas bagi gamer muda di Denpasar.
Nama @fun.playstation dipilih untuk menghadirkan kesan menyenangkan bagi pelanggan. Odie cermat membaca kebutuhan pasar dengan menawarkan diskon bagi pelanggan tetap, rutin menambahkan game terbaru, serta menjaga kualitas stik lewat pengecekan berkala. Dalam hal pelayanan, ia menekankan fast response, transparansi promosi digital, dan testimoni customer sebagai daya tarik utama bagi penyewa baru.
Bagi Odie, kunci berwirausaha adalah keberanian memulai dengan modal seadanya dan menggunakan uang dingin yakni uang pribadi, bukan hasil pinjaman. Ia menilai, mahasiswa tidak perlu menunggu modal besar karena melalui uang hasil jerih payah sendiri akan tumbuh rasa tanggung jawab. Kedepannya, ia berencana mengekspansi usaha dengan menitipkan playbox di coffee shop sekitar Denpasar melalui sistem bagi hasil, serta membuka coffee shop berkonsep angkringan klasik di Jalan Gajah Mada sebagai ruang nongkrong sekaligus bermain.
Namun, salah satu tantangannya adalah mengubah kebiasaan generasi yang lebih nyaman bermain melalui ponsel yang lebih fleksibel. Meski begitu, bagi Odie, kepuasan pelanggan adalah kunci agar mereka kembali dan menjadi pelanggan setia. Inovasi terus dilakukan, seperti menghadirkan playbox paket praktis berisi monitor, speaker, dan konsol portabel yang cocok untuk anak kos atau dibawa liburan.
Usaha ini bermula dari pemanfaatan ruko keluarga yang awalnya disambut hangat oleh anak-anak sekitar, sebelum beralih ke sistem penyewaan harian untuk fleksibilitas. Selama hampir tiga tahun menjalani bisnis, Odie mengalami berbagai pengalaman berkesan, termasuk ketika salah satu penyewa sempat menggadaikan konsolnya. Meski sempat hampir menyerah, ia akhirnya mendapatkan kembali konsol tersebut sebulan kemudian, pengalaman ini memberikan pelajaran berharga tentang arti kesabaran dan tantangan dalam berusaha.
Dari pengalaman tersebut, lahir sebuah ide untuk mencatat data penyewaan dan keuangan yang lebih terstruktur. Menurut Odie, keterampilan pencatatan keuangan itu merupakan ilmu yang ia peroleh dari pengalaman organisasi. Baginya, konsistensi, pelayanan, dan kemauan belajar jauh lebih penting daripada besar kecilnya modal. Dengan niat serta keberanian untuk memulai, bisnis dapat terus bertahan sekaligus berkembang. (nsp, mit, mtm, nna, vee)
Bagi mahasiswa semester akhir, skripsi sering dianggap sebagai mimpi buruk...
Menjadi mahasiswa merupakan fase penting yang penuh dinamika. Pada tahap...
I Gede Odie Arya Prihantara, mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik...
Menjadi mahasiswa di era penuh tuntutan bukanlah hal yang mudah....
Di era digital, persoalan keuangan kerap menjadi tantangan bagi generasi...
Di tengah dinamika aktivitas kampus, sebuah wajah baru hadir dan...
Produktivitas seringkali disalahartikan sebagai kesibukan tanpa henti. Padahal produktif berarti...
Industri sastra remaja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin berwarna...
I Gede Odie Arya Prihantara, mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Bali (PNB) sekaligus Ketua Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) 2024–2025, sukses mengubah hobi bermain game menjadi bisnis rental konsol bernama @fun.playstation. Lahir di Denpasar, Odie mampu menyeimbangkan kuliah, organisasi, dan usaha dengan disiplin membagi waktu, menyelesaikan tugas lebih awal, serta dukungan penuh keluarga. Setelah masa jabatannya di KSPM berakhir, ia berkomitmen fokus mengembangkan bisnisnya.
Kecintaannya pada game tumbuh sejak SMK, ketika ia membeli konsol pertama dari hasil menjadi pengurus koperasi sekolah. Dari situlah lahir ide membuka jasa sewa PlayStation yang mulai dipasarkan melalui Facebook pada Oktober 2022. Meski awalnya sepi peminat, Odie terus memperbaiki strategi promosi hingga usahanya berkembang. Keunggulan @fun.playstation terletak pada kualitas stik konsol, promo untuk pelanggan loyal, dan penyelenggaraan turnamen game. Dua kali mengadakan turnamen dan kerap menjadi sponsor, ia menjadikan usahanya bukan sekadar rental, melainkan ruang komunitas bagi gamer muda di Denpasar.
Nama @fun.playstation dipilih untuk menghadirkan kesan menyenangkan bagi pelanggan. Odie cermat membaca kebutuhan pasar dengan menawarkan diskon bagi pelanggan tetap, rutin menambahkan game terbaru, serta menjaga kualitas stik lewat pengecekan berkala. Dalam hal pelayanan, ia menekankan fast response, transparansi promosi digital, dan testimoni customer sebagai daya tarik utama bagi penyewa baru.
Bagi Odie, kunci berwirausaha adalah keberanian memulai dengan modal seadanya dan menggunakan uang dingin yakni uang pribadi, bukan hasil pinjaman. Ia menilai, mahasiswa tidak perlu menunggu modal besar karena melalui uang hasil jerih payah sendiri akan tumbuh rasa tanggung jawab. Kedepannya, ia berencana mengekspansi usaha dengan menitipkan playbox di coffee shop sekitar Denpasar melalui sistem bagi hasil, serta membuka coffee shop berkonsep angkringan klasik di Jalan Gajah Mada sebagai ruang nongkrong sekaligus bermain.
Namun, salah satu tantangannya adalah mengubah kebiasaan generasi yang lebih nyaman bermain melalui ponsel yang lebih fleksibel. Meski begitu, bagi Odie, kepuasan pelanggan adalah kunci agar mereka kembali dan menjadi pelanggan setia. Inovasi terus dilakukan, seperti menghadirkan playbox paket praktis berisi monitor, speaker, dan konsol portabel yang cocok untuk anak kos atau dibawa liburan.
Usaha ini bermula dari pemanfaatan ruko keluarga yang awalnya disambut hangat oleh anak-anak sekitar, sebelum beralih ke sistem penyewaan harian untuk fleksibilitas. Selama hampir tiga tahun menjalani bisnis, Odie mengalami berbagai pengalaman berkesan, termasuk ketika salah satu penyewa sempat menggadaikan konsolnya. Meski sempat hampir menyerah, ia akhirnya mendapatkan kembali konsol tersebut sebulan kemudian, pengalaman ini memberikan pelajaran berharga tentang arti kesabaran dan tantangan dalam berusaha.
Dari pengalaman tersebut, lahir sebuah ide untuk mencatat data penyewaan dan keuangan yang lebih terstruktur. Menurut Odie, keterampilan pencatatan keuangan itu merupakan ilmu yang ia peroleh dari pengalaman organisasi. Baginya, konsistensi, pelayanan, dan kemauan belajar jauh lebih penting daripada besar kecilnya modal. Dengan niat serta keberanian untuk memulai, bisnis dapat terus bertahan sekaligus berkembang. (nsp, mit, mtm, nna, vee)