E-Mandiri

Politekniana

Gemilang Prestasi: Tim Akuntansi PNB Raih Juara 3 dalam Lomba Cerdas Cermat Perpajakan IKPI 2025

08 Nov 2025

     Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB). Dalam rangka memperingati HUT ke-60 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Tim Akuntansi PNB berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 3 dalam Lomba Cerdas Cermat Perpajakan IKPI 2025. Kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini menjadi ajang aktualisasi sekaligus sarana penguatan pengetahuan perpajakan.

     Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa dari Jurusan Akuntansi, yakni Dessy Maharani dari Program Studi Akuntansi Manajerial, serta Pandu dan Acarya dari Program Studi Akuntansi Perpajakan. Ketiganya merupakan alumni dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sama dan sepakat untuk membentuk tim untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi. Berawal dari pengalaman mengikuti lomba-lomba internal, kekompakan dan kemampuan mereka semakin terasah, hingga akhirnya dipercaya untuk mewakili PNB pada tingkat nasional. 

 

     Kompetisi ini dibagi menjadi beberapa babak. Pada babak penyisihan yang digelar secara daring pada 28 Juli 2025, Tim Akuntansi PNB berhasil mengamankan posisi lima besar untuk wilayah Bali-Nusra. Perjalanan mereka berlanjut ke semifinal dengan kategori Best of Three. Berkat ketekunan dan konsistensi, tim ini berhasil menembus tiga besar nasional dan memperoleh kesempatan untuk bertanding di babak final di Jakarta bersama dua tim dari Universitas Indonesia. 

     Persiapan dilakukan dengan serius dan terstruktur. Setiap anggota memiliki peran sesuai bidangnya: Dessy fokus mendalami akuntansi, Pandu menekuni aspek perpajakan, dan Acarya memperdalam topik PPh tertentu. Proses latihan mendapat arahan dari dosen pembimbing serta dukungan penuh dari IKPI Pengda Bali-Nusra melalui pelatihan intensif, penyediaan fasilitas, dan pendampingan. 

     Namun, perjalanan menuju kompetisi tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar muncul pada babak final ketika soal lebih menekankan aspek administrasi dan hukum pajak, materi yang tidak banyak mereka temui selama perkuliahan. Kondisi tersebut menuntut mereka untuk beradaptasi dengan cepat dan berpikir strategis. Meski cukup berat, pengalaman ini justru menjadi pembelajaran berharga yang memperluas wawasan mereka di bidang perpajakan. 

     Di balik ketegangan selama kompetisi, tersimpan pula momen-momen berkesan yang menjadi pengalaman tak terlupakan sekaligus mempererat kebersamaan tim. Bahkan ketika salah satu anggota jatuh sakit di Jakarta, dukungan dan kekompakan membuat mereka mampu melewati kondisi tersebut dengan baik. Keberhasilan tim ini lahir dari kepercayaan diri, kerja sama, doa, dan optimisme. Mereka juga meyakini adanya faktor “jalur langit”, sebuah istilah yang mereka gunakan untuk  menggambarkan keberuntungan yang menyertai perjuangan mereka. Dukungan dari kampus dan IKPI turut memperkuat langkah tim, mulai dari pelatihan, konsumsi, dan fasilitas, hingga penghargaan finansial yang menjadi dorongan nyata selama mengikuti kompetisi.

     Meraih Juara 3 tingkat nasional tentu menjadi sebuah kebanggaan, tetapi bagi mereka, pengalaman dan pembelajaran merupakan hal yang paling berharga. Tim berharap masih memiliki kesempatan untuk mengikuti lomba serupa sebelum lulus agar dapat kembali menorehkan prestasi. Mereka berpesan untuk tidak takut mencoba, berani keluar dari zona nyaman, dan tidak perlu cemas menghadapi kekalahan. Sebab, setiap kompetisi selalu memberikan pengetahuan baru, memperkaya pengalaman, serta membuka jalan menuju keberhasilan. (gse, gd, dde, ctr) 

Daftar Komentar

Beri Komentar

*Email anda tidak akan kami tampilkan

UKM Jurnalistik @2022, All Right Reserved