Keamanan merupakan salah satu faktor utama yang menunjang kelancaran aktivitas belajar-mengajar di lingkungan kampus. Di Politeknik Negeri Bali (PNB), satuan pengamanan atau satpam berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, serta keamanan seluruh civitas akademika. Berdasarkan survei di kalangan mahasiswa yang telah dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 29 September 2025 dengan melibatkan 106 orang mahasiswa dari seluruh jurusan di PNB, diperoleh sejumlah temuan penting terkait persepsi mahasiswa terhadap kinerja satpam di kampus.
Survei ini menyoroti beberapa aspek, antara lain pengaturan area parkir, bantuan dalam menyeberang jalan, sikap satpam saat berinteraksi, hingga kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Hasil survei ini memberikan gambaran umum mengenai kinerja satpam di mata mahasiswa.
Dari hasil kuesioner, sebagian besar responden menyatakan puas terhadap kinerja satpam dalam mengatur parkir dan membantu merapikan kendaraan, dengan 69,5% menyatakan setuju, meskipun masih terdapat 14,3% yang menilai aspek tersebut belum optimal. Peran satpam dalam membantu mahasiswa maupun dosen menyebrang jalan dan menjaga ketertiban lalu lintas di pintu masuk kampus juga mendapatkan apresiasi. Sebanyak 52,4% responden sangat setuju bahwa kehadiran satpam memberikan rasa aman saat menyebrang.
Selain tugas teknis, sikap satpam dalam berinteraksi juga menjadi perhatian. Sebanyak 64,8% responden menilai satpam bersikap ramah, sopan, dan profesional, meskipun masih ada sebagian kecil yang merasa kurang puas perlu adanya peningkatan.
Namun demikian, beberapa aspek tetap perlu diperhatikan. Pada indikator pencegahan gangguan keamanan seperti pencurian atau kehilangan, 63,8% responden setuju bahwa satpam sudah melaksanakan tugas dengan baik, sementara 14,3% menilai masih perlu peningkatan. Adapun pada indikator kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, 71,4% responden menilai satpam selalu siap membantu.
Mahasiswa juga menyampaikan kritik dan saran konstruktif dalam survei ini. Mereka berharap satpam dapat lebih meningkatkan efektivitas pencegahan terhadap gangguan keamanan seperti pencurian atau kehilangan barang. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penataan kendaraan di area parkir, sebab sebagian mahasiswa menilai penataan saat ini belum sepenuhnya optimal. Harapan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengapresiasi kinerja satpam, tetapi juga mendukung adanya perbaikan berkelanjutan demi kenyamanan bersama.
Secara keseluruhan, hasil survei yang melibatkan 106 orang mahasiswa dari seluruh jurusan di PNB menunjukkan bahwa keberadaan satpam memberikan kontribusi nyata terhadap terciptanya rasa aman dan nyaman di lingkungan kampus. Meski demikian, evaluasi dan peningkatan kualitas tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, satpam Politeknik Negeri Bali diharapkan dapat semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, sehingga lingkungan kampus yang aman, tertib, dan nyaman dapat terus terwujud serta mendukung suasana akademik yang kondusif. (cny, krs, dwi, mai, ayu)
Bagi mahasiswa semester akhir, skripsi sering dianggap sebagai mimpi buruk...
Menjadi mahasiswa merupakan fase penting yang penuh dinamika. Pada tahap...
Di era serba produktif, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara...
Politeknik Negeri Bali (PNB) memiliki banyak dosen muda berbakat, namun...
Menjadi mahasiswa di era penuh tuntutan bukanlah hal yang mudah....
Di era digital, persoalan keuangan kerap menjadi tantangan bagi generasi...
Keamanan merupakan salah satu faktor utama yang menunjang kelancaran aktivitas...
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB)....
Keamanan merupakan salah satu faktor utama yang menunjang kelancaran aktivitas belajar-mengajar di lingkungan kampus. Di Politeknik Negeri Bali (PNB), satuan pengamanan atau satpam berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, serta keamanan seluruh civitas akademika. Berdasarkan survei di kalangan mahasiswa yang telah dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 29 September 2025 dengan melibatkan 106 orang mahasiswa dari seluruh jurusan di PNB, diperoleh sejumlah temuan penting terkait persepsi mahasiswa terhadap kinerja satpam di kampus.
Survei ini menyoroti beberapa aspek, antara lain pengaturan area parkir, bantuan dalam menyeberang jalan, sikap satpam saat berinteraksi, hingga kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Hasil survei ini memberikan gambaran umum mengenai kinerja satpam di mata mahasiswa.
Dari hasil kuesioner, sebagian besar responden menyatakan puas terhadap kinerja satpam dalam mengatur parkir dan membantu merapikan kendaraan, dengan 69,5% menyatakan setuju, meskipun masih terdapat 14,3% yang menilai aspek tersebut belum optimal. Peran satpam dalam membantu mahasiswa maupun dosen menyebrang jalan dan menjaga ketertiban lalu lintas di pintu masuk kampus juga mendapatkan apresiasi. Sebanyak 52,4% responden sangat setuju bahwa kehadiran satpam memberikan rasa aman saat menyebrang.
Selain tugas teknis, sikap satpam dalam berinteraksi juga menjadi perhatian. Sebanyak 64,8% responden menilai satpam bersikap ramah, sopan, dan profesional, meskipun masih ada sebagian kecil yang merasa kurang puas perlu adanya peningkatan.
Namun demikian, beberapa aspek tetap perlu diperhatikan. Pada indikator pencegahan gangguan keamanan seperti pencurian atau kehilangan, 63,8% responden setuju bahwa satpam sudah melaksanakan tugas dengan baik, sementara 14,3% menilai masih perlu peningkatan. Adapun pada indikator kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, 71,4% responden menilai satpam selalu siap membantu.
Mahasiswa juga menyampaikan kritik dan saran konstruktif dalam survei ini. Mereka berharap satpam dapat lebih meningkatkan efektivitas pencegahan terhadap gangguan keamanan seperti pencurian atau kehilangan barang. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penataan kendaraan di area parkir, sebab sebagian mahasiswa menilai penataan saat ini belum sepenuhnya optimal. Harapan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengapresiasi kinerja satpam, tetapi juga mendukung adanya perbaikan berkelanjutan demi kenyamanan bersama.
Secara keseluruhan, hasil survei yang melibatkan 106 orang mahasiswa dari seluruh jurusan di PNB menunjukkan bahwa keberadaan satpam memberikan kontribusi nyata terhadap terciptanya rasa aman dan nyaman di lingkungan kampus. Meski demikian, evaluasi dan peningkatan kualitas tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, satpam Politeknik Negeri Bali diharapkan dapat semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, sehingga lingkungan kampus yang aman, tertib, dan nyaman dapat terus terwujud serta mendukung suasana akademik yang kondusif. (cny, krs, dwi, mai, ayu)