Di tengah dinamika aktivitas kampus, sebuah wajah baru hadir dan langsung mencuri perhatian, Pujasera 1. Pembangunannya dimulai pada akhir tahun 2023 dan mulai beroperasi pada tahun 2024. Diresmikan pada 21 Desember 2024 oleh Direktur Politeknik Negeri Bali, I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom., kehadirannya menandai transformasi wajah kampus yang lebih modern dan ramah mahasiswa. Tidak berhenti di sana, pengembangan berlanjut hingga lantai dua resmi dibuka dengan menghadirkan tenant Kopi Lokal Bali dan Jus Masa Lalu, dua nama yang menarik mahasiswa. Sebagai tempat terbaik untuk bersantai sambil mengerjakan tugas.
Berangkat dari kenyataan bahwa kantin lama terasa sempit, panas, dan selalu penuh sesak pada jam makan siang, Pujasera 1 lahir sebagai jawaban atas kebutuhan ruang makan yang lebih manusiawi. Dari sinilah Koperasi Pegawai Negeri (KPN) mulai merancang sesuatu yang berbeda, di mana bukan sekadar kantin, melainkan ruang sosial yang lebih luas, tertata rapi, dan memberi nuansa akademis. Pujasera 1 hadir untuk menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan, tempat mahasiswa bisa berdiskusi, bertukar ide, hingga menumbuhkan rasa bangga terhadap kampus yang mereka pijak setiap hari.
Tidak hanya wajah baru yang menarik, sistem pembayarannya pun kini lebih modern. Mahasiswa dapat memilih antara membayar langsung ke tenant atau menggunakan kartu koperasi dari KPN agar lebih praktis, terutama pada jam sibuk. Dengan sistem ini, pembayaran mahasiswa akan direkap secara langsung oleh koperasi. Kehadiran dua sistem tersebut membuat transaksi lebih fleksibel, cepat dan tertata rapi, sekaligus memberi kenyamanan bagi mahasiswa dan ketertiban bagi pedagang.
Di balik kelancaran pembangunan ini, ada peran penting KPN sebagai motor penggerak utama. Dalam wawancara, Wayan Hesadijaya Utthavi, S.E., M.Si., selaku Ketua KPN menuturkan bahwa pembangunan Pujasera bukanlah program yang instan, melainkan bagian dari kerja jangka panjang yang mendapat dukungan penuh dari pimpinan kampus serta masukan mahasiswa. “Kami ingin menciptakan tempat yang bukan hanya nyaman, tapi juga membangkitkan rasa bangga. Jadi, mahasiswa datang bukan sekadar untuk makan, melainkan bisa berdiskusi, menulis skripsi, bahkan membangun ide baru di sini,” ujarnya. Menurutnya, dukungan pimpinan kampus sangat penting sehingga program kerja KPN bisa berjalan cepat dan memberi hasil nyata.
Bagi para pedagang, perubahan ini terasa nyata. Salah satu seorang penjual, mengungkapkan bahwa suasana sekarang jauh lebih baik. “Dulu, tempatnya sangat sempit, tanpa meja, dan dagangan para penjual berdesakan. Sekarang lebih tertata, mahasiswa juga lebih nyaman untuk belanja,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa sistem kartu koperasi memudahkan transaksi saat ramai. Namun, ia berharap mahasiswa lebih sadar akan kebersihan, karena masih banyak yang meninggalkan piring kotor di meja setelah makan.
Suasana Pujasera yang baru kini menjadi perubahan yang besar bagi para mahasiswa, variasi makanan beragam dan tempatnya cocok untuk belajar maupun bersantai. “Kalau fasilitas toiletnya ditingkatkan, pasti lebih nyaman lagi,” kata seorang mahasiswa. Harapan lainnya, semua tenant bisa segera menyediakan pembayaran QRIS agar transaksi lebih praktis di era cashless.
Lebih dari sekadar tempat makan, Pujasera kini menjelma sebagai ruang sosial dan akademis yang menyatukan rasa, ide, dan semangat kolektif. Dengan dukungan semua pihak, semoga Pujasera terus berkembang menjadi simbol kebanggaan kampus, tempat di mana cerita dan cita rasa bertemu. (rst, agy,nrs,ayt,pdi)
Bagi mahasiswa semester akhir, skripsi sering dianggap sebagai mimpi buruk...
Di era serba produktif, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara...
Menjadi mahasiswa di era penuh tuntutan bukanlah hal yang mudah....
Di era digital, persoalan keuangan kerap menjadi tantangan bagi generasi...
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB)....
Produktivitas seringkali disalahartikan sebagai kesibukan tanpa henti. Padahal produktif berarti...
Film Sore: Istri dari Masa Depan adalah film fiksi romantis...
Tiga mahasiswa Laksmi Wasista, Dea Eka Putri Sucipto, dan Ayu...
Di tengah dinamika aktivitas kampus, sebuah wajah baru hadir dan langsung mencuri perhatian, Pujasera 1. Pembangunannya dimulai pada akhir tahun 2023 dan mulai beroperasi pada tahun 2024. Diresmikan pada 21 Desember 2024 oleh Direktur Politeknik Negeri Bali, I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom., kehadirannya menandai transformasi wajah kampus yang lebih modern dan ramah mahasiswa. Tidak berhenti di sana, pengembangan berlanjut hingga lantai dua resmi dibuka dengan menghadirkan tenant Kopi Lokal Bali dan Jus Masa Lalu, dua nama yang menarik mahasiswa. Sebagai tempat terbaik untuk bersantai sambil mengerjakan tugas.
Berangkat dari kenyataan bahwa kantin lama terasa sempit, panas, dan selalu penuh sesak pada jam makan siang, Pujasera 1 lahir sebagai jawaban atas kebutuhan ruang makan yang lebih manusiawi. Dari sinilah Koperasi Pegawai Negeri (KPN) mulai merancang sesuatu yang berbeda, di mana bukan sekadar kantin, melainkan ruang sosial yang lebih luas, tertata rapi, dan memberi nuansa akademis. Pujasera 1 hadir untuk menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan, tempat mahasiswa bisa berdiskusi, bertukar ide, hingga menumbuhkan rasa bangga terhadap kampus yang mereka pijak setiap hari.
Tidak hanya wajah baru yang menarik, sistem pembayarannya pun kini lebih modern. Mahasiswa dapat memilih antara membayar langsung ke tenant atau menggunakan kartu koperasi dari KPN agar lebih praktis, terutama pada jam sibuk. Dengan sistem ini, pembayaran mahasiswa akan direkap secara langsung oleh koperasi. Kehadiran dua sistem tersebut membuat transaksi lebih fleksibel, cepat dan tertata rapi, sekaligus memberi kenyamanan bagi mahasiswa dan ketertiban bagi pedagang.
Di balik kelancaran pembangunan ini, ada peran penting KPN sebagai motor penggerak utama. Dalam wawancara, Wayan Hesadijaya Utthavi, S.E., M.Si., selaku Ketua KPN menuturkan bahwa pembangunan Pujasera bukanlah program yang instan, melainkan bagian dari kerja jangka panjang yang mendapat dukungan penuh dari pimpinan kampus serta masukan mahasiswa. “Kami ingin menciptakan tempat yang bukan hanya nyaman, tapi juga membangkitkan rasa bangga. Jadi, mahasiswa datang bukan sekadar untuk makan, melainkan bisa berdiskusi, menulis skripsi, bahkan membangun ide baru di sini,” ujarnya. Menurutnya, dukungan pimpinan kampus sangat penting sehingga program kerja KPN bisa berjalan cepat dan memberi hasil nyata.
Bagi para pedagang, perubahan ini terasa nyata. Salah satu seorang penjual, mengungkapkan bahwa suasana sekarang jauh lebih baik. “Dulu, tempatnya sangat sempit, tanpa meja, dan dagangan para penjual berdesakan. Sekarang lebih tertata, mahasiswa juga lebih nyaman untuk belanja,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa sistem kartu koperasi memudahkan transaksi saat ramai. Namun, ia berharap mahasiswa lebih sadar akan kebersihan, karena masih banyak yang meninggalkan piring kotor di meja setelah makan.
Suasana Pujasera yang baru kini menjadi perubahan yang besar bagi para mahasiswa, variasi makanan beragam dan tempatnya cocok untuk belajar maupun bersantai. “Kalau fasilitas toiletnya ditingkatkan, pasti lebih nyaman lagi,” kata seorang mahasiswa. Harapan lainnya, semua tenant bisa segera menyediakan pembayaran QRIS agar transaksi lebih praktis di era cashless.
Lebih dari sekadar tempat makan, Pujasera kini menjelma sebagai ruang sosial dan akademis yang menyatukan rasa, ide, dan semangat kolektif. Dengan dukungan semua pihak, semoga Pujasera terus berkembang menjadi simbol kebanggaan kampus, tempat di mana cerita dan cita rasa bertemu. (rst, agy,nrs,ayt,pdi)