Di era digital, persoalan keuangan kerap menjadi tantangan bagi generasi muda. Banyak mahasiswa yang masih kesulitan dalam mengatur dan mengelola uang bulanan, belum terbiasa menabung, bahkan tergiur dengan tawaran investasi bodong. Menyadari hal ini, Politeknik Negeri Bali (PNB) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank BPD Bali menggagas program Duta Literasi Keuangan. Inisiatif ini hadir bukan sekadar memberi informasi, melainkan membangun kesadaran baru akan pentingnya kecerdasan finansial sejak dini.
Para duta melaksanakan misi edukasi melalui dua pendekatan. Pertama, melalui media sosial. Pendekatan ini menuntut setiap duta agar rutin membuat konten edukatif di akun pribadi, sebagian juga diunggah melalui kolaborasi dengan Instagram Bank BPD Bali. Dengan format video singkat namun padat. Pesan literasi keuangan disampaikan dengan bahasa sederhana yang dekat dengan dunia anak muda. Kedua, melalui edukasi langsung dengan program OJK Goes to School and Campus, memberi kesempatan para duta berkunjung kesekolah dan kampus untuk berbagi pengetahuan keuangan dengan siswa maupun mahasiswa. Diskusi tatap muka membuat pesan lebih hidup dan mudah dipahami.
Peran para duta sangat penting karena mereka berbicara dari posisi yang sama dengan teman sebaya. Mahasiswa lebih mudah terbuka saat berbagi persoalan keuangan dengan sesama mahasiswa. Maka dari itu, para duta dapat menawarkan solusi sederhana, seperti menyusun rencana keuangan sejak awal bulan, menabung dengan cara menyisihkan sebagian uang, serta mengendalikan gaya hidup dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka hadir bukan sebagai pengajar yang menggurui, melainkan sahabat yang dapat dipercaya untuk berbagi pengalaman. Kedekatan ini menjadikan literasi keuangan terasa lebih nyata.
Kehadiran duta tidak lepas dari peran kampus. PNB menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan OJK dan Bank BPD Bali membentuk Duta Literasi Keuangan di luar program mahasiswa magang. Kampus tidak hanya memberi izin, tetapi juga menyediakan fasilitas, ruang, dan pengakuan resmi bagi para duta. Dukungan ini menunjukkan komitmen PNB membentuk mahasiswa yang bukan hanya unggul secara akademik, melainkan juga cakap dalam mengelola kehidupan.
Melalui program ini para duta memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat bagi masa depan. Mereka belajar mengelola media sosial secara profesional, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan yang terpenting memahami cara mengatur keuangan pribadi. Mereka mulai mengenal konsep rasio keuangan, seperti persentase ideal untuk tabungan, dana darurat, investasi, maupun kebutuhan harian. Pengetahuan sederhana ini menjadi bekal hidup yang lebih teratur dan terarah, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain.
Ke depannya, program ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya literasi keuangan. Anak muda, khususnya Gen-Z, diajak lebih bijak dalam mengelola uang agar tidak terjebak pola konsumtif atau investasi ilegal. Literasi keuangan memberi mereka kemampuan menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan, sekaligus menyiapkan masa depan finansial yang stabil. Pesan terpenting dari program ini adalah literasi keuangan harus dimulai dari diri sendiri. Sekedar mengetahui tidak akan cukup, yang terpenting adalah memahami dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menyisihkan uang untuk tabungan, menyiapkan dana darurat, hingga berani berinvestasi kecil merupakan langkah sederhana yang dapat membawa dampak besar.
Bagi mahasiswa semester akhir, skripsi sering dianggap sebagai mimpi buruk...
Di era serba produktif, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara...
Politeknik Negeri Bali (PNB) memiliki banyak dosen muda berbakat, namun...
I Gede Odie Arya Prihantara, mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik...
Menjadi mahasiswa di era penuh tuntutan bukanlah hal yang mudah....
Di tengah dinamika aktivitas kampus, sebuah wajah baru hadir dan...
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB)....
Film Sore: Istri dari Masa Depan adalah film fiksi romantis...
Di era digital, persoalan keuangan kerap menjadi tantangan bagi generasi muda. Banyak mahasiswa yang masih kesulitan dalam mengatur dan mengelola uang bulanan, belum terbiasa menabung, bahkan tergiur dengan tawaran investasi bodong. Menyadari hal ini, Politeknik Negeri Bali (PNB) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank BPD Bali menggagas program Duta Literasi Keuangan. Inisiatif ini hadir bukan sekadar memberi informasi, melainkan membangun kesadaran baru akan pentingnya kecerdasan finansial sejak dini.
Para duta melaksanakan misi edukasi melalui dua pendekatan. Pertama, melalui media sosial. Pendekatan ini menuntut setiap duta agar rutin membuat konten edukatif di akun pribadi, sebagian juga diunggah melalui kolaborasi dengan Instagram Bank BPD Bali. Dengan format video singkat namun padat. Pesan literasi keuangan disampaikan dengan bahasa sederhana yang dekat dengan dunia anak muda. Kedua, melalui edukasi langsung dengan program OJK Goes to School and Campus, memberi kesempatan para duta berkunjung kesekolah dan kampus untuk berbagi pengetahuan keuangan dengan siswa maupun mahasiswa. Diskusi tatap muka membuat pesan lebih hidup dan mudah dipahami.
Peran para duta sangat penting karena mereka berbicara dari posisi yang sama dengan teman sebaya. Mahasiswa lebih mudah terbuka saat berbagi persoalan keuangan dengan sesama mahasiswa. Maka dari itu, para duta dapat menawarkan solusi sederhana, seperti menyusun rencana keuangan sejak awal bulan, menabung dengan cara menyisihkan sebagian uang, serta mengendalikan gaya hidup dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka hadir bukan sebagai pengajar yang menggurui, melainkan sahabat yang dapat dipercaya untuk berbagi pengalaman. Kedekatan ini menjadikan literasi keuangan terasa lebih nyata.
Kehadiran duta tidak lepas dari peran kampus. PNB menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan OJK dan Bank BPD Bali membentuk Duta Literasi Keuangan di luar program mahasiswa magang. Kampus tidak hanya memberi izin, tetapi juga menyediakan fasilitas, ruang, dan pengakuan resmi bagi para duta. Dukungan ini menunjukkan komitmen PNB membentuk mahasiswa yang bukan hanya unggul secara akademik, melainkan juga cakap dalam mengelola kehidupan.
Melalui program ini para duta memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat bagi masa depan. Mereka belajar mengelola media sosial secara profesional, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan yang terpenting memahami cara mengatur keuangan pribadi. Mereka mulai mengenal konsep rasio keuangan, seperti persentase ideal untuk tabungan, dana darurat, investasi, maupun kebutuhan harian. Pengetahuan sederhana ini menjadi bekal hidup yang lebih teratur dan terarah, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain.
Ke depannya, program ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya literasi keuangan. Anak muda, khususnya Gen-Z, diajak lebih bijak dalam mengelola uang agar tidak terjebak pola konsumtif atau investasi ilegal. Literasi keuangan memberi mereka kemampuan menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan, sekaligus menyiapkan masa depan finansial yang stabil. Pesan terpenting dari program ini adalah literasi keuangan harus dimulai dari diri sendiri. Sekedar mengetahui tidak akan cukup, yang terpenting adalah memahami dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menyisihkan uang untuk tabungan, menyiapkan dana darurat, hingga berani berinvestasi kecil merupakan langkah sederhana yang dapat membawa dampak besar.